Indonesia Raya "Pantun"

Jualan pakaian belum juga laku
Eh si Nomnom gomes jogetnya salah
Heemm betapah sedih nya diriku
Catatan pantun ketinggalan di sekolah

Kenapa Hannah Hutan?
Karna Hutan tempat yang tenang
Untuk Muhasabah
Memperbaiki sel syaraf yang sudah berantakan barangkali


WELCOME TO OUR JUNGLE

Rabu, 16 Januari 2019

Patah hatinya kamu

Perkara hati sulit sekali memang tampaknya bagi sebagian orang. Hari ini saja aku  bertemu dengan beberapa hati yang patah, eh hari ini? Ergh ini udah masuk hari rabu ya, hehee.
Hari selasa yang kulalui beberapa menit yang lalu itu banyak memberikan ku pelajaran. Betapa karna sibuknya dunia hingga enggan menemui Rabbnya dan jatuhnya ke lalai, emm tapi barangkali ia punya pemahaman kenapa meninggalkan shalat wajibnya.
Aku tidak bisa menghakimi apa yang manusia lain lakukan, namun aku benar benar berlindung dari lalai dan rasa enggan menyembah Tuhanku. Kalau kata berdikari book, "sibuk terus jangan lupa seks" , kalau kata ku "sibuk terus jangan lupa shalat tepat waktu." Ahh iya bener tuh. Jan lupa shalat tepat waktu.

Hari ini, dunia nyata maupun dunia maya banyak sekali yng patah hati...

Senin, 14 Januari 2019

Hadeehh

Malu gue...
Fenoy said :
"Kakak gak ada ujian lagi ya?"
Me : Adaa dekkk. Tapi Kakak gak pernah keliatan belajar ya?
Fenoy : "hahahaa. Iyaaa."
Me : 🤪😟😳🙄🤧😌🤣👻🤦‍♀😑😪

Minggu, 13 Januari 2019

Dingin...

Hahaaa. Aihh tau gak sih. Malam ini Alhamdulillah aku nemeni Mamake ke Pekan. Kan parkir tuh. Nah siap belanja balik lagi ke Parkiran ngambil kereta(alias sepeda motor), trus yng jaga parkir nge said "Makasih ya Nek."
Spontan aku nge "eh"
Trus adik itu bilang "oh Ibuk. Hehee."
Ku jawab "aduhh dekk, Kakak belum punya Anak. Masak kamu panggil Mamak Kakak Nenek sih. Hahaaa. Ampun deh."
Yu tau lah gimana gue kan ya. Hahaa. Sanguinis tulen kayaknya.

Sebelum balik ke rumah kami singgah ke tempat Adiknya Mamak, ngombeng begini begitu, dan sampailah pada cerita dimana aku HARUS KAYA! BISA BAYAR UTANG KELUARGA!
Tentulah aku jawab "iya insyaAllah. Udah Nana pikirkan."
"Iya Kak, punya Suami org kaya."
Trus aku nyeletuk becanda "yaelahh, siapa yng mau sama Nana maharnya 350 juta Mamiii."
"Ehh jangan salah ko Minol. Dulu Rasulullah itu nampaknya gak mampu kan. Tapi dia bsa minang Khadijah dengan ratusan ekor Unta pada zaman itu."
Aku "hemmm iyaiya. Semoga aja."
"Iya lahh. Kalau mau sama ku harus lunasin bank Keluarga ku 350 juta. Gitu Minolll."
Aku senyum kecut.

Sampe rumah ngobrol ngobrol sma Mamake "Kalau Mamake tua, berarti Nana tuh tua jugak. Jangannnn."
Dalam hatiku, uang bank aja belum terkumpul sepeser pun.
Entahlah. Kenapa harus ada bank di dunia ini sih. Menjijikkan sekali hidup ini kalau sudah berurusan sama riba.
Tapi kalau sudh terlanjur masuk ke dalamnya gimanaaaa!!!!!!
Gimana cara keluar dari perbankan itu cobak!
Sayang banget kan ntar kalaupun ada uang kami harus bayar 350 juta dan itu belum bunganya.
Astaghfirullahhaladzim.
Parah parah parahhh!
I dont like.

Sabtu, 12 Januari 2019

Percakapan dengan diri sendiri ^^


"Kenapa kamu mau segera nikah Nah?"
"Karna kata orang usia skrang sedang cantik cantiknya. Kan mau ngebahagiain Suami ku."
"Emm emangnya tua nanti kamu gak cantik lagi ya?"
"Ergh tetap cantik sihh. InsyaAllah. Kan bagiku tua itu 70 tahun. Jadi sebelum 70 tahun aku masih muda dan cantik. :)"
"???"
"Yaaa bukan lupa usia sih. Cuman biar tetap Enerjik dan Sosialita aja. Hahaa"
"Okelah Nah."

Sooo SEMANGATTTT!!!

Rabu, 09 Januari 2019

Sabar Aja(ib)

7 Januari kemarin adalah hari pertama ku ngajar di tahun 2019.
Fiuhh syukur saja punya sabar. Kalau enggak, hemmm ngadepin anak muridku hahaaa pingsan deh.
Dan keajaiban dari sabar itu ketjeh banget loh netsos, sabarrr sabarrr lama lama anakku nurut dan di akhir belajar dia bilang " Makasih yaaa untuk hari ini."
MasyaAllah.
Huhuuu. Terharu Louse nakk.
Bdw dia panggil aku Laose, krna dia Sekolah di Sekolah Chinese gitu. Hihii

Rabu, 02 Januari 2019

Yap benar. Cinta memberikan kekuatan & keberanian. Sebab itu aku sering bertanya dalam benakku, apa benar kamu mencintaiku, jika aku memintamu untuk datang ngaji bersamaku, kamu gak berani. Bagaimana mungkin kamu mencintaiku jika bebatuan yng akan kita lewati bersama ini tak berani kamu lalui, padahal bersamaku. Apakah benar kamu mencintaiku, jika kuminta untuk aksi atau pegang toa kamu gak berani. Ternyata memang cinta itu diuji. Aku belajar bahwa cinta menumbuhkan keberanian. Berani bicara, berani melawan arus, berani membersamaimu. Aku teringat Nadhirah yng waktu itu berani malu karna menemaniku menonton film Soekarno utk pertama kalinya di Bioskop. Mereka semua berdiri saat melihatku berdiri ketika Lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Padahal mereka malu banget. Tapi cinta membawa keberanian. Terima kasih cinta :)

Makanya aku sering bertanya, benarkah kau mencintaiku?
:((

Malam ini air mataku mengalir kembali.
Ngerasa berlumur dosa.
Huhuu...
Ya Tuhan, sebenarnya hambaMu ini ingin segera menikah. Tapiii gatau entah dengan Lelaki yng mana. Sedih, takut, takuttt banget ya Allah...

Catet!