Indonesia Raya "Pantun"

Jualan pakaian belum juga laku
Eh si Nomnom gomes jogetnya salah
Heemm betapah sedih nya diriku
Catatan pantun ketinggalan di sekolah

Kenapa Hannah Hutan?
Karna Hutan tempat yang tenang
Untuk Muhasabah
Memperbaiki sel syaraf yang sudah berantakan barangkali


WELCOME TO OUR JUNGLE

Rabu, 16 Januari 2019

Ketika ada orang Shalih atau Shaliha meninggal, sekalipun aku gak kenal dan gak pernah ketemu, tapi rasanya nyesek banget.
Rasanya "ya Allah dakwah ini... Gimana selanjutnya? Kewajiban dakwah semakin berasa dipundak."
Pertemukan dalam dekapanMu ya Rabb. 😢😢😢

Kemarin, hari senin seingatku, Kam Rabbani kehilangan kadernya.
Dan hari ini PKS kehilangan kadernya.

Dan bukan hanya PKS, tapi seluruh instansi kehilangannya.

Ada banyak pertanyaan yang tak dapat dijawab dengan buku, diskusi, siapapun(makhluk hidup).
Aku menanti saat dimana bisa diskusi dengan Allah, Tuhan yng menciptakan ku, Tuhan yng menciptakan segala drama dunia ini.
Kenapa begini? Kenapa seperti itu? Kan keduanya sudah memenuhi syarat Orang orang beriman? Apa yng terjadinya padanya? Haaah banyak lagi...

Selamat pagi.
Semangat beraktivitas  Netizen Sosialita ^^

Hati ...
Kenapa kamu sukit sekali?
Sebentar suka
Sebentar benci
Apa gerangan mu hati?
Tau gak sih...
Karna dirimu banyak lisan yng menyakiti
Karna dirimu banyak diri yng pergi
Karna dirimu Ukhuwah sebatas Organisasi
Ah tipis sekali dirimu wahai hati...

Hati ...
Aku tidak ingin memilikimu yng sulit begitu.
Bolehkah aku tetap mencintainya meskipun ia tak cinta?
Bolehkah aku tetap menyayanginya meskipun berbeda harakah?
Bolehkah aku tetap memeluknya meskipun jauh jadi alasan?
Bolehkah kamu terus bersabar untuk mencintai mereka?
Bolehkah kamu bersabar untuk mencintai lebih banyak manusia?
Ah iya tentu saja boleh.
Aku yakin itu.
Kamu baik kan wahai hati...?
Atau kamu bodoh?
Eh atau baik dan bodoh adalah hal tipis sekali bedanya?

Hati ...
Aku ingin memilikimu sepenuhNYA
Aku ingin engkau ada digenggamanNYA
Hingga rasa suka ku karnaNYA
Hingga rasa benci ku karnaNYA
Bukan karna beda harakah...
Bukan karna beda pikiran...
Bukan karna beda masa lalu...
Bukan karna beda ini itu...
Namun karna kau sudah dimilikNYA

Terima kasih untuk hari ini wahai hati...
Aku bahagia memilikimu...
Bahagia selalu yaa hatiku
Hatimu juga :))

Terinspirasi dari cerita Kak Anjar yang di ghibahin karna sekrang beliau sudah ngaji di HTI. Hehee. Aku tetap menyayangimu saudariku. InsyaAllah :)
Karna dirimu satu diantara orang beriman. ^^

Patah hatinya kamu

Perkara hati sulit sekali memang tampaknya bagi sebagian orang. Hari ini saja aku  bertemu dengan beberapa hati yang patah, eh hari ini? Ergh ini udah masuk hari rabu ya, hehee.
Hari selasa yang kulalui beberapa menit yang lalu itu banyak memberikan ku pelajaran. Betapa karna sibuknya dunia hingga enggan menemui Rabbnya dan jatuhnya ke lalai, emm tapi barangkali ia punya pemahaman kenapa meninggalkan shalat wajibnya.
Aku tidak bisa menghakimi apa yang manusia lain lakukan, namun aku benar benar berlindung dari lalai dan rasa enggan menyembah Tuhanku. Kalau kata berdikari book, "sibuk terus jangan lupa seks" , kalau kata ku "sibuk terus jangan lupa shalat tepat waktu." Ahh iya bener tuh. Jan lupa shalat tepat waktu.

Hari ini, dunia nyata maupun dunia maya banyak sekali yng patah hati...

Senin, 14 Januari 2019

Hadeehh

Malu gue...
Fenoy said :
"Kakak gak ada ujian lagi ya?"
Me : Adaa dekkk. Tapi Kakak gak pernah keliatan belajar ya?
Fenoy : "hahahaa. Iyaaa."
Me : 🤪😟😳🙄🤧😌🤣👻🤦‍♀😑😪

Minggu, 13 Januari 2019

Dingin...

Hahaaa. Aihh tau gak sih. Malam ini Alhamdulillah aku nemeni Mamake ke Pekan. Kan parkir tuh. Nah siap belanja balik lagi ke Parkiran ngambil kereta(alias sepeda motor), trus yng jaga parkir nge said "Makasih ya Nek."
Spontan aku nge "eh"
Trus adik itu bilang "oh Ibuk. Hehee."
Ku jawab "aduhh dekk, Kakak belum punya Anak. Masak kamu panggil Mamak Kakak Nenek sih. Hahaaa. Ampun deh."
Yu tau lah gimana gue kan ya. Hahaa. Sanguinis tulen kayaknya.

Sebelum balik ke rumah kami singgah ke tempat Adiknya Mamak, ngombeng begini begitu, dan sampailah pada cerita dimana aku HARUS KAYA! BISA BAYAR UTANG KELUARGA!
Tentulah aku jawab "iya insyaAllah. Udah Nana pikirkan."
"Iya Kak, punya Suami org kaya."
Trus aku nyeletuk becanda "yaelahh, siapa yng mau sama Nana maharnya 350 juta Mamiii."
"Ehh jangan salah ko Minol. Dulu Rasulullah itu nampaknya gak mampu kan. Tapi dia bsa minang Khadijah dengan ratusan ekor Unta pada zaman itu."
Aku "hemmm iyaiya. Semoga aja."
"Iya lahh. Kalau mau sama ku harus lunasin bank Keluarga ku 350 juta. Gitu Minolll."
Aku senyum kecut.

Sampe rumah ngobrol ngobrol sma Mamake "Kalau Mamake tua, berarti Nana tuh tua jugak. Jangannnn."
Dalam hatiku, uang bank aja belum terkumpul sepeser pun.
Entahlah. Kenapa harus ada bank di dunia ini sih. Menjijikkan sekali hidup ini kalau sudah berurusan sama riba.
Tapi kalau sudh terlanjur masuk ke dalamnya gimanaaaa!!!!!!
Gimana cara keluar dari perbankan itu cobak!
Sayang banget kan ntar kalaupun ada uang kami harus bayar 350 juta dan itu belum bunganya.
Astaghfirullahhaladzim.
Parah parah parahhh!
I dont like.

Sabtu, 12 Januari 2019

Percakapan dengan diri sendiri ^^


"Kenapa kamu mau segera nikah Nah?"
"Karna kata orang usia skrang sedang cantik cantiknya. Kan mau ngebahagiain Suami ku."
"Emm emangnya tua nanti kamu gak cantik lagi ya?"
"Ergh tetap cantik sihh. InsyaAllah. Kan bagiku tua itu 70 tahun. Jadi sebelum 70 tahun aku masih muda dan cantik. :)"
"???"
"Yaaa bukan lupa usia sih. Cuman biar tetap Enerjik dan Sosialita aja. Hahaa"
"Okelah Nah."

Sooo SEMANGATTTT!!!