Indonesia Raya "Pantun"

Jualan pakaian belum juga laku
Eh si Nomnom gomes jogetnya salah
Heemm betapah sedih nya diriku
Catatan pantun ketinggalan di sekolah

Kenapa Hannah Hutan?
Karna Hutan tempat yang tenang
Untuk Muhasabah
Memperbaiki sel syaraf yang sudah berantakan barangkali


WELCOME TO OUR JUNGLE

Senin, 19 Agustus 2019

Foto profile

Sist : Adek memang gak pasang foto di WA ya?
Me : Enggak kak.
Sist : Kenapa dek?
Me : Hannah malas dinilai via cover kak. Nanti pakai foto pribadi disangka awak begini dan begitu. Pakai profile gambar lain dikira awak begini dan begitu. Jadi yasudahlah kosong aja.
Sist : zzzzz

Minggu, 18 Agustus 2019

My Hero Boss

Kakak : Dekkk tolonglah gorengkan ayam kita. 
Adek : Ishh adek banyak pr loh Kananaa. 
Kakak : Bentar aja please, kakak ngerjain ini sebentar aja. (sambil sok sibuk) haha
Ayah : Kenapa kak? Gabisa goreng ayam?
Kakak : Bisa Ayaahh, tapi Nana males, hehee
Ayah : Yaudah sholatlah, biar Ayah yang gorengkan. 


Yayyy. My Hero Boss ulalaaa dunia akhirat uwuw. Selalu mengayomi dengan penuh cinta, ea ea. Hihiii

Persoalan kepemimpinan Perempuan (1)



Kenapa memangnya kalau Perempuan jadi Pemimpin? Kenapa rupanya kalau Perempuan yang mengepalai sebuah bidang dalam organisasi Perusahaan? Perempuan bawa perasaan? Kalau iya kenapa? Kalau tidak juga kenapa? Apa yang dipermasalahkan dari kepemimpinan Perempuan? Sebab dia belum menikah hingga akan menimbulkan fitnah? Begitukah? Kenapa fitnah hanya ada pada Perempuan? Hadist Rasulullah? Iya benar, kalau begitu apakah fitnah tersebut berhubungan dengan kepemimpinan Perempuan? Kenapa tidak menjadi partner bagi kepemimpinan Perempuan? Kenapa harus menjadi arus yang melawan hanya karna kamu Laki-laki(yang ada di bawah kepempimpinan Perempuan). Ketika posisimu sebagai Perempuan dan kamu harus memimpin, kemudian ada bawahanmu yang tidak melaksanakan jobdesk dengan baik dan benar, tentu saja kamu boleh bawa perasaan, toh Lakilaki juga seperti itu dalam memimpin, Lakilaki pasti punya perasaan juga kan? Alasanmu, perasaanmu lebih besar dari Lakilaki, tidak masalah, itu sebabnya kamu ditempatkan sebagai Pemimpin barangkali untuk mengkondisikan perasaanmu agar sesuai kadarnya sebagai Manusia.
Toh ketika kamu terlahir atau dilahirkan di dunia, kamu sudah berstatus sebagai Pemimpin kan? Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” Kamu ingat surat cintanya Allaah yang itu kan? Nah yasudah. Apa lagi yang meragukanmu tentang kepemimpinan? Apapun jenis kelamin mu, toh kamu Manusia kan, itu berarti kamu adalah Pemimpin. Tak perlu khawatir dan risau atas cibiran orang yang menyayangkan kau adalah seorang Pemimpin Perempuan. Beradab atau tidaknya dirimu itu adalah soal persepsi orang lain, bukan persepsi Tuhan. Jadi jalan terus. Tegas saja bila ada yang ingin kamu tegaskan.





Gadis bernama Dih (2)

Aku belajar "keikhlasan" dari cerita kak Dih hari ini. MasyaAllaah.
Huhuu. Rasanya mau nangis sekarang, tapi malu, nanti lah kalau udah sendirian.
Perihal jodoh terlalu ngerih untuk difikirkan dalam kepalaku.
Cerita kegagalan banyak akhwat dalam menjalani masa ta'aruf hingga lain-lainnya membuat beban dalam kepalaku. Aku takuuutttt.
Sampai beberapa teman Perempuan ku cerita, udah dekat udah kenal sama Keluarga dari kedua belah pihak eh ternyata gagal. Gajadi nikah. Allahuakbar. Semengerikan itu 😭. Aku ga habis fikir waktu lihat kejadian itu, tapi ya emang begitu nyatanya. Gagal nikah. Padahal keduanya udah saling menyayangi, Keluarga udah saling kenal. Aneh kan ya kegagalan itu. :'(((

Jadi soal jodoh aku amat sangat takut. Memintanya pada Tuhan pun aku gaberani. Takut. Malu. Gatau. Rasanya udah lah pasrah. Udah malas juga aku hidup. Hahaa.
Pasrah sih. 😢
Karna pasrah mendekati Ikhlas->bagiku.

Senin, 08 Juli 2019

Bullshit teori teorimu!

Aku punya kawan yang dimana dia itu paham banget dengan teori teori sosial, tapiiii ternyata dia tetap terpengaruh budaya patriarki, seperti kesukaannya pada Lisa blackpink.
Halaah.
Jadi gak ada tuh isme isme apa lah, toh yang namanya Manusia apalagi Lakilaki mah emang sukanya yang begituan, putih, tinggi blablabla. Sebaik apapun teori dalam kepalanya.
Ngerti !

Bukan karna

Aku ingin menghapus storyku hari ini. Huhhh. Baru satu story gitu rasanyaaa udah ingin menghapus. Gila nih, anxious ku level parah huhuuuu.
Kenapa kamu menghapus storynya sebelum 24 jam?
-Bukan karna udah diliat doi, tapi dia anxious bangsat. Khawatirnya level parah, berasa penuh dalam kepalanya. Dan story yang dia buat itu which is untuk melawan anxiousnya tapi ada yang berhasil ada yang kagak, yang gak berhasil ya dihapusnya lah story dia itu. Ngerti !
Kenapa kamu datang ke Wisuda seseorang?
-Karna ada namanya dalam Skripsimu.
Kenapa kamu gak pernah pacaran dan gak berani memulai perasaan cinta pada lawan jenis?
-Karna aku gak sanggup hidup dalam banyak kenangan. Apalagi kenangan buruk. Gak bisa kepalaku menerimanya. Dan aku gak mau tersakiti atau disakiti. Jadi yasudah gausah urus perasaan.

Selasa, 02 Juli 2019

Drama Pesek

Sebelum aku ke Kampus hari ini. Dari kemarin rumah sudah disibukkan dengan tidak pulangnya Pesek ke rumah. Hadeeh. Pesek adalah kucing kesayangan Keluarga kami, ehm lebih tepatnya Adikku yang sangat mencintainya. Kemudian barulah kami ikut mencintai. Dia sudah menjadi bagian dari Keluarga. Kalau kata Bilolet "Adek tuh gak menganggap kita ber 5 loh Kak, tapi ber 6. Pesek adeknya adek. Pesek anggota ke 6." Yayayaa aku yang saat itu sedang beres beres buku dan bersiap tidur harus mendengarkan ocehannya dulu tentang Pesek yang tak terlihat seharian itu dan belum kembali hingga malam tiba.
Prasangka bermunculan, dia mati lah, dia dibunuh sama tetangga seberang karna Pesek sering menganggu kucing mereka, aduh duh banyak lah prasangka yang berseliweran. Hingga pagi harinya, Mamake bersama Dek Bil keliling 2 gang mencari Pesek. Dek Bil sudah khawatir sekali, ia tak ingin kehilangan Pesek sebelum ia menikah. Haduhh drama apalagi itu. Aku katakan padanya, cari kucing lain dek, kan banyak. Tapiii dia sulit pindah ke lain hati.
Empat Kucing yng kami temukan kemarin di depan rumah sudah dibawa sama pemiliknya yang asli, hemmm. Ternyata kucing kucing itu dibawa Ibunya ke rumah kami, gatau apa penyebabnya, tapi kami sudah terlanjur senang sebab bertambah kucing di rumah, namun kesenangan itu sementara saja, sore harinya kucing kucing manis itu sudah diangkut oleh Pemiliknya.

Begitulah lah ya selasa yang bahagia ini. Bahagia atau enggak ya? Entahlah. Bahagiakan saja. Daah