Indonesia Raya "Pantun"

Jualan pakaian belum juga laku
Eh si Nomnom gomes jogetnya salah
Heemm betapah sedih nya diriku
Catatan pantun ketinggalan di sekolah

Kenapa Hannah Hutan?
Karna Hutan tempat yang tenang
Untuk Muhasabah
Memperbaiki sel syaraf yang sudah berantakan barangkali


WELCOME TO OUR JUNGLE

Kamis, 21 Juni 2018

Kosmetik? Siapa takut...

Woles yaa. Jangan khawatir untuk membacanya ya Ladies. Aku mencintaimu bagaimanapun bentukmu. Mhihiii. Iyaaa dont worry. Tulisan ini aku lanjutkan di blog, daripada kubuat di instastory lagi, ntar salah paham pulak kelen kann. Dahh sakit pulak hati tuh. Wahh kacau Hannah, gak dapet syurga gegara banyak yang sakit hati. Fufuuu. Astaghfirullahhaladzim
Ngobrolin kosmetik ini udah lama ada dalam kepalaku, tapiii kurangnya diriku adalah sering lupa kalau udah di depan laptop. Entah kemanamana aku pergi kalau udah di depan layar laptop, yang mau ngedit video, upload youtube, ntahapahapa, ehh akhirnya gak ada yang selesai. Memalukan. Astgahfirullahhaladzim. 
Haa sebelum ke dalil dan pendapat ulama, aku punya beberapa kisah yang kutemukan seingat kepala ku yaa, mhihiii. 
Nah kosmetik inikan bagian dari Perhiasan Perempuan khususnya yaa, karna yang banyak pake kosmetik Perempuan kan ya, ada beberapa Lakilaki, yaa semisal aktor, atau Pekerjaan pekerjaan Lakilaki yang menuntut harus pakai kosmetik. 
Aku kadang sadar kadang khilaf -_- kalau ternyata Perempuan itu gak pake kosmetik pun lah ya menggoda toh nduk. Walau tidak menggoda secara wajah, tapi penampilan kita itu udah bagian dari godaan bagi Lakilaki ternyata. Huhuuu. 
Kalau ngebayangin gimana mata dan pikiran Lakilaki yaaa ku takut bangettt, tapi syukurlah ada NIAT. Niat namanya. Nahh soal Kosmetik ini aku pernah baca instastory, seingatku instastory Fizaul, dia screenshot dari seorang public figure, isinya itu seingatku gini, ini pake bahasa ku ya, bahasa public figure itu lebih manis lah, mhihii. 
"Kalau kita mau mempercantik diri, diniatin karna Allah. Niat karna Allah untuk menjaga apa yang sudah ia amanahkan ke kita, yaitu wajah, diri dan seluruh anggota tubuh yang harus kita jaga." Nahh begitu lah kira kira. NIAT. Hemm yayayaa.
Aku juga akan pakai Kosmetik kayaknya. Tapiiii takut, hahaa. Banyak soal siii, wajahku juga gak putih gitu kann. Kalau pake kosmetik kayak Lenong Bocah menurutku. Hahaa. Astaghfirullahhaladzim. Terus yang gubraknya, aku dah merasa cantik begini sajaaa. Hahhaa. Allahurabbiyyy pede tingkat gak tau diri kayaknya. Hohooo. Astaghfirullah. Ingat ingat kan aku ya kalau udah gak ketolongan gitu amit amitnya. Xixixii. 
Aku juga punya Saudari yang Kuliahnya itu dituntut untuk Cantik. Mau tak mau emang harus pakai Kosmetik, dia Kuliah Kedokteran Gigi, bahkan Dosennya mengatakan kalau Mahasiswa Mahasiswa nya tidak boleh kalah dari Perawat atau Suster, jadi HARRUUSSS lebih cantik dari bawahannya. Maka Saudariku pun mulai belajar menggunakan Kosmetik. 
Jadi ada beberapa hal yang emang mengharuskan kita kita gini pakai Kosmetik. Contohnya bakal aku nih. Hahaa. Wisuda. Kalau aku gapake kosmetik, tak datang lah Mamake dan Keluargaku yang lain. Humm. Sebab itu lah aku sudah pikirkan, mau nyalon sama siapa lah nanti aku yaa...
Tapi aku pernah kann di kosmetikin sama Salon nihh, ehh ya Allaah tebal banget dibuat wajahku, berat ku rasa jadinya. Itu waktu Farewell party kelas 9 SMP. Kemudian aku dikosmetikin lagi waktu Farewell party kelas 12 SMA, nahh yang ini nih Alhamdulillah sederhana bangeett, kelemahannya ternyata cepat habis, maksudnya gak bertahan lama kosmetik itu, emang kita ga butuh lama lama juga kan, sebab setengah 12 sudah waktu Zuhur, jadi harus segera diselesaikan berbagai sesi foto itu kan. 
Kemudian semakin aku mulai dewasa, semakin tuntutan kosmetik itu mendatangi, namun aku masih bertahan pada tingkat pede yang hihiii, malu deh. Pun kalau Mamake Undangan harus cantik kan ya, jadi harus sedikit polesan lipstik, walau kadang aku lupa makenya, dan Mamake yang pakein. 
Dan aku terbuka saja ketika Perempuan pakai kosmetik, silahkan, karna aku juga punya teman yang kutau dia gak pede kalau gak pake lipstik, nah kalau udah begitu, berarti sudah jadi kebutuhan. Jadi aku lebih terbuka dengan berbagai kosmetik yang tersedia. Ada pula yang berdalih "loh Dewi Sandra pake wardah loh. Kan Wardah kosmetik." Pendapat ku ketika ada yang berdalih seperti itu, yaaa sudah gapapa, kalau role model kamu Dewi Sandra yasudah ambil banyak banyak kebaikan padanya, namun alangkah lebih baiknya kalau role model kita adalah Khadijah binti Khuwailid istri Rasulullah Sallahualahiwassalam. Hehee, gapapa. Itu semua Niat kita. Aku bukanlah seorang yang mampu memberi fatwa Berpahala atau Tidak Berpahala. Cuma bisa ngobrol gini aja, hehee. Namun nah ini kita mulai masuk pada berbagai kalimat yang semoga dapat menjadi pondasi buat kita bertindak yaaa , ada yang hadist juga ada yang pepatah Arab, semoga tetap bermuara pada kebaikan dan luasnya Syurga yaa Ladies ^^

الأصل في المنافع الإباحة وفي المضار التحريم
Al-ashlu fil manafi’ al-ibahah wa fil madlar al-tahrim “hukum asal daripada sesuatu yang bermanfaat adalah mubah, sedangkan hukum asal dari sesuatu yang membahayakan adalah terlarang”. 

Aku ambil satu surah aja ya, Surah An Nur ayat 30-31, semoga Surah ini dapat jadi hujjah kita untuk ber aktivitas kebermanfaatan banyak untuk jadi rahmatan lil alamin ^^
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (jilbab)nya ke dadanya” (Q.S An-Nur : 30-31)

Dari Kalamullah Surah An Nur 30-31 ini aku nge bold kalimat "dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya."Nahh dari kalimat ini menurut tafsiran ku kita juga harus berhati hati ya Ladies, kita tau kan kalau ternyata GODAAN PEREMPUAN LEBIH DAHSYAT DARIPADA GODAAN SYAITHON. Nauzubillahimindzalik. Kalimat itu kudapatkan dari instagram @fiqihwanita_ 


Selesai aku baca postingan di web Dakwatuna, ada kalimat ini yang ku kutip
“Hijab adalah pembebasan dari ketergantungan kosmetik dan topeng. Hijab adalah pembebasan untuk jujur pada hatimu. Hijab adalah pembebas jiwamu dari rantai-rantai duniawi.” (MahdaviRatu yang Bersujud)
Yap, kalimat ini mengingatkanku pada Hati. Ku katakan pada diriku sendiri "Oke Naa, jadi kamu harus jujur pada hatimu sendiri." Jujur pada hatimu. Jujur pada hatimu. Huuu tarik nafas ya. Akan lebih banyak tantangan kita ke depannya ya Ladies. Aku yakin, kita bisa melewati semua ujian keduniaan ini. Kita yang dituntut untuk pakai Kosmetik, please jangan takut, lurusin niat kita karna Allah. Dan tidak terang terang banget juga yekan. Yang natural aje. Hihiii

Wallahua'lam bissawab 




Rabu, 20 Juni 2018

Teman Hijrah

Foto ini diambil hari Sabtu tanggal 9 bulan 6 tahun 2018.
Tepatnya 24 Ramadhan 1439 H


Ini yang gajadi aku share di Instasory, gegara aku mikir, udah macam artis aku bah, tiap hariii nongol di Instastory, hehee. Jadi kuurungkan ngepost. Waktu ngeliat ini di instagram, aku mikir, jaman sekarang kita tidak malu lagi memperlihatkan siapa Murobbi atau Pementor. Ada beberapa hal yang mungkin jadi alasan, diantaranya adalah sebuah Kesyukuran dan Kebanggaan. 
[Kesyukuran]
Bersyukur karna dipertemukan dengan orang-orang baik, Murobbi atau Pementor yang humble dan punya kharismatik menenangkan. Semoga Allah merahmati kalian semua wahai para Murobbi dan Pementor. 
[Kebanggaan]
Bangga hati karna punya teman-teman yang baik hati, sayang sama diri ini dan punya Murobbi/Pementor  yang ketjeh, cerdas, sholeh/sholeha, juga jadi role model kita. Sebab itulah muncul bangga. 
Dari kedua hal itu, aku mikir bener gak apa yang ku posting? Memperkenalkan Murobbi/Pementor juga Teman-Teman Liqo ku di Sosial Media. Aku juga mikir, Benar dan Salah sekarang kan sudah jadi sebuah Kesepakatan, jika kita hanya punya 30% yang mengatakan kita Benar, maka Benar lah. Padahal 70% mengatakan Salah. Ahh Kata? Lagian Perkataan itu juga tidak seutuhnya yang sesungguhnya. Hohoo. Aku jadi teringat pelajaran Filsafat Sejarah semester lalu, bahkan Benar dan Salah pun jadi perdebatan. Hahaa. Maka aku tidak suka jika orang lain mengatakan Pilihannya lah yang paling Benar. Tidak. Tidak begitu. Karna setiap orang punya nilai yang berbeda. Aku misalnya, tidak bisa memaksakan nilaiku pada mu, begitu juga kamu. Berlapang Dada. Ya. Hidup ini harus banyak banyak Lapangin Dada, Hati. Lahhh. Malah jadi ntah kemanamana. Mhuehee. Oke ke Judul. Teman Hijrah. 
Tergantung bagaimana orang lain melihatnya. Terkadang memperkenalkan siapa Teman dan siapa Orang yang bersama kita itu dapat menjadi Kekuatan untuk kita bertahan, karna temanteman kita butuh Doa Doa kita, kita juga butuh terus dekat sama Allah. Tapiii tak jarang pula perkenalan kita itu menjadi gangguan bagi hati yang lain. Ada yang sedih karna dia tidak dapat bersama Teman teman yang ia sayangi lagi, ada pula yang ngerasa ia bukanlah bagian dari Komunitas atau Lingkaran Cinta itu dan tidak dapat masuk ke dalam hati yang lainnya. 
Tapi aku melihat Postingan Postingan Mutarobbi dengan Murobbinya atau Mentee dengan Pementornya seperti ada hal yang hilang. Malu. Malu? Ahh aku saja tidak yakin apakah aku memainkan peran itu. Malu? Dulu waktu dalam perjalanan menjemput seorang Pemateri aku pernah tanya sama Kak Dian Panjaitan, "Kak kenapa kok kita gak boleh kasih tau nama Murobbi?" 
She said : "Kalau Kak pribadi sii dek. Malu. Malu karna Murobbi Kak masyaAllaah sholeha, baik hati, terjaga, ehh Kakak Mutarobbi nya kayak gini. Kak ngejaga nama baik Murobbi Kakak Dek..." 
Aku ber ohh dalam hati, sambil ngangguk ngangguk. 
Emm berbeda lagi dengan Eksistensi. 
Tapi dari postingan itu aku dapati bahwa selama apapun dia melingkar/mentoring/halaqoh/liqo kemudian dia belum juga istiqomah pakai kaos kaki, menjulurkan khimarnya hingga menutup dada, atau masih juga tabarruj, namun lingkaran tetaplah lingkaran cinta, yang harus terus menerima dia dengan Ketulusan. Tidak bisa sembarang singkirkan atau judment. Aku belajar hal itu sii dari instastory itu. 
Namun berbeda halnya dengan Organisasi Dakwah, yang menurutku isinya harus orang-orang yang tahan banting, kuat mental, dan cepat berproses, jika tidak segera ber istiqomah pakai kaos kaki, maka ia pun akan tertinggal dengan teman-temannya yang lain, dan lingkaran itu akan ditransfer lagi ke lain Murobbi/Pementor, hingga yang belum beristiqomah itupun SYAHID lah ia. Mereka menyebutnya Syahid, jika ada orang yang berguguran di Jalan Dakwah. Tapi aku menilik lagi, sejatinya ia tidak benar benar Syahid, hanya kita lah yang sudah jauh pergi meninggalkannya. Tapi jika kita tidak pergi, maka kita akan merasa jalan ditempat, terus aku mikir, bukankah jalan bersama(beramai) itu seperti jalan ditempat? Lama, tapi tetap sampai Tujuan. Hemm sepertinya aku sudah banyak meninggalkan orang lain, meninggalkan ia yang belum istiqomah, tapiii kalau aku tidak pergi, aku akan menyakiti diriku sendiri, dan hal itu tidak baik buat perkembanganku. Namun aku berusaha tetap membersamai, meski kelihatannya aku harus pergi. Tapiii lama lama aku  juga ditinggalkan sii menurutku. Ahh iya benar memang, "Sebenarnya kita tidak benar benar Kehilangan" mungkin saja yang menurut kita hilang itu hanya berpindah tempat. Mata ini kan punya batas jangkauannya. Jadi menurutku sebaiknya diriku hanya harus berlapang hati dan menerima semuanya dengan ketulusan. Mengurangi prasangka tidak baik dan Ketakutan yang tak ber pondasi. 
Dunia digital ini semua orang berlomba lomba menunjukkan eksistensinya, dengan beragam niat dan keinginan. Kadang aku lelah kalau harus terkenal. Tapiii yang kuliat, kalau kamu gak sering posting, kamu akan terlupakan, dannn kemudian pekerjaanmu akan hilang, kau dianggap tak amanah dan tak potensial dalam beberapa bidang. Astaghfirullahhaladzim. Begitu sii yang kuliat, tapi itu mata yakan, punya batasan pandangnya. Mungkin kamu punya pandangan lain. Boleh silahkan beritahu aku yaa... ^^
Kembali lagi ke postingan instastory itu, sepertinya aku pribadi pernah melakukan hal itu. Misalnya membawa 'kata Murobbi ku', nahhh, teruss aku juga pernah share teman teman liqo an ku waktu SMA dulu, terusss aku juga yang share adik adik Mentee ku, yakan. Hadeuuhh Pementornya pun seperti begini. Astaghfirullah. 
Perihal postingan ku dengan adik adik mente itu sebagai wujud Syukur dan Penghargaan bagi mereka karna sudah mau betah untuk Mentoring sampai akhirnya Sekolah tidak membolehkan mereka Mentoring. Awalnya aku ingin kirim surat ke mereka via SMS, tapiii ku fikir itu tidak lagi spesial, belum tentu juga surat ku akan masuk ke nomor mereka, sekarang kan jamannya whatsapp, messenger dan wankawannya. Fiuhh. Jadi aku ambil kesempatan gunain instagram untuk sedikit menyalurkan kesyukuran itu. 
Haa. Menurutku ini alasan aja sii, wujud syukur kan bisa dengan banyakin amal amal lainnya, tidak harus posting, tapiii aku mencoba mengambil sudut pikiran dari adik adik mentee ku, jadilah ku posting lingkaran itu di Instagram. Ya Allaah semoga tidak mengurangi wujud syukur yang sebenarnya itu ya. Sampe kadang aku ragu pake instagram. Lagi lagi, pertanyaan Benar atau Salah itu datang. 
Baiklah. Kembali lagi ke Niat. Namun aku sedang berusaha untuk Menjaga hati setiap orang dengan tidak Posting yang berkaitan dengan Diriku(Kebahagiaan ataupun Kesedihan) tapi kadanggg aku yang Ekstrovert ini ya Allaaah. Haa. Semoga saja bisa menjaga hati orang lain dan juga diriku sendiri ya, sekalian kita semua. :)

Hijrah itu se-sederhana meninggalkan yang haram, mengerjakan yang wajib.
-
Jika untuk mengerjakan yang wajib diperlukan kemampuan, maka meninggalkan yang haram tidak perlu kemampuan tapi butuh kemauan. 
-
Kemauan  butuh dorongan, terutama iman. Jika iman hilang atau pudar maka banyak larangan yang dilaranggar, perintah diabaikan.
-
Sendiri memang mungkin terasa berat, itulah perlunya teman hijrah, yang saling mengingatkan dan membantu langkah hijrah satu sama lain. 
#liqosquad




Minggu, 17 Juni 2018

Syawal

Sudah terlewati 3 hari bulan Syawal ini. :))

Terima kasih ya Rabb. Engkau tidak beri Rumah Sakit pada Mamake Ramadhan tahun ini.
Engkau tidak beri air mata kesedihan pada Adik Adikku Ramadhan tahun ini.

Terima kasih ya Allaah.
I love u so much.

Senin, 28 Mei 2018

Prestasi ala Rangga


Pembuktian yang Membuahkan Hasil
Oleh: Mhd. Renu Fatahillah
Status sebagai seorang mantan Santri adalah sebuah hal yang tabu di masyarakat untuk mengikuti sebuah kompetisi Male Peagent, oleh karena itu Rangga berusaha membuktikan bahwa seorang mantan Santri juga mampu menjadi Mister Teen Indonesia Sumatera Utara 2018
Kompetisi agaknya sudah menjadi hal biasa bagi laki-laki berparas manis ini. Sejak SMAia telah mengikuti berbagai perlombaan. Kini, saat dirinya telah menyandang status mahasiswa, prestasi yang diraihnya terus bertambah.
Ia adalah Rangga Satria Kuga Pamungkas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, jurusan Manajemen USU Angkatan 2017. Saat ini Rangga berhasil menjadi perwakilan Sumatera Utara dalam kompetisi Mister Teen Indonesia tahun 2018 yang dinobatkan pada bulan Maret tahun 2018 lalu di PIA hotel Pandan. Kompetisi ini diikuti oleh Sembilan finalis yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Sumatera Utara.Rangga berhasil mengalahkan delapan kontestan lainnya karena mampu mengaplikasikan 3B (Brain,Beauty and Behavior) yang menjadi standar penilaian menjadi seorang pemenang dalam dirinya dan juga mampu memberikan dampak positif kepada remaja seusianya.
Bagi Rangga, kompetisi tak bertujuan untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah yang terbaik. Namun, menurutnya kompetisi merupakan tolak ukur untuk dapat menilai dirinya sendiri. Sudah sejauh mana pembelajaran yang ia lakukan, pencapaiannya, dan apakah ia sudah sampai pada titik maksimal atau belum.
Saat ini Rangga tengah mempersiapkan diri untuk berlomba meraih gelar Mister Teen Indonesia Tahun 2018 yang akan berlangsung bulan Agustus tahun 2018 mendatang di Jambi. Hal ini dibuktikan dengan bergabungnya Rangga bersama Potret Squad Academy (PSA), yang merupakan suatu Lembaga untuk membantu mempersiapkan diri menuju perlombaan nasional. Adapun pelatihan yang diikutinya adalah Grooming, Personal Branding, Personal Motivation, Catwalk, Photoshoot, Public Speaking, English Class, Fashion Stylist, dan Talent.
“Inilah bentuk keseriusan Rangga untuk menjadi wakil Sumatera Utara di ajang Nasional,” ujarnya.
Ranggasendiri mulai mengikuti kompetisiseperti ini sejak masuk kuliah. Adapun kompetisi pertamanya adalah pemilihan Duta Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Tahun 2017. Saat itu Rangga tidak berhasil menjadi pemenang utama. Karena ia belum memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih. Ditambah lagi Rangga merupakan lulusan Pondok Pesantren yang kental akan nilai-nilai keislaman. Sehingga sangat bertolak belakang dengan kepribadian yang dimilikinya.
Namun satu pelajaran yang dapat diambil olehnya adalah ia mampu keluar dari zona nyaman dan mampu membuktikan bahwa lulusan pesantren juga mampu bersaing dengan lulusan biasa dalam ajang pemilihan Duta Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Tahun 2017 . Ketertarikannya pada kompetisi tersebut dilanjutkan hingga kini dirinya menyandang status Mister Teen Indonesia Sumatera Utara 2018.
Bagi Rangga untuk meraih gelar Mister Teen Indonesia Sumatera Utara 2018 tidaklah mudah, karena Rangga harus meyakinkan orang tuanya bahwa kegiatan itu adalah kegiatan positif. Dengan cara berdiskusi dengan orangtua terkait keputusannya mengikuti perlombaan tersebut. Hal ini tidak mudah dilaluinya, sering kali terjadi penolakkan dari kedua orang tua. Karena bagi mereka kegiatan tersebut adalah kegiatan mengumbar dan tidak ada manfaatnya. Selain itu orang tua Rangga juga berharap anaknya menjadi penegak syariat islam bukan menjadi seorang Mister Teen.  
Hal ini sempat membuat Rangga ingin mengubur mimpinya untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, karena rasa keingintahuan dan pembuktian bahwa lulusan pesantren juga bisa memiliki prestasi di ajang tersebut cukup besar. Ditambah keinginannya untuk membuktikan kepada orang tua bahwa kegiatan tersebut positif dan tidak akan mempengaruhi imannya. Alhasil orang tua menyetujui untuk mengikuti kompetisi tersebut dan berhasil memenangkannya.
Tidak hanya berprestasi di bidang Male Peagent saja. Baru-baru ini Rangga juga ikut berperan dalam film Romansa Danau Toba yang akan tayang bulan Agustus mendatang. Film ini diproduksi oleh Paramitha Production. Yang bercerita tentang remaja dan keindahan alam Danau Toba. Pada film tersebut Rangga mendapatkan bagian sebagai peran pendukung utama.
Prestasi ini tentunya tidak instan, melainkan harus melalui tahap casting terlebih dahulu yang dilaksanakan sekitar bulan Maret lalu di pelataran Focal Point Medan. Adapun jumlah peserta casting sekitar 189 orang yang kemudian disaring menjadi 80 orang sebagai kandidat peran pendukung utama. Selanjutnya disaring kembali menjadi 10 orang untuk menjadi peran pendukung utama. Salah satunya adalah Rangga.
Bagi Rangga, setiap prestasi yang diraihnya membanggakan karena masing-masing menyisakan cerita tersendiri. Salah satunya saat ia ikut kompetisi Mister Teen Indonesia Sumatera Utara 2018.
Saat itu, ia masih belum paham akan kegiatan Mister Teen. Yang ada dipikirannya hanyalah berusaha dan terus berdoa. Ia menghabiskan hampir satu bulan untuk mengikuti tahap seleksi. Mulai dari seleksi tingkat kabupaten, lalu provinsi, hingga akhirnya akan berlomba di tingkat nasional.
Dari berbagai pengalaman yang dilaluinya itulah Rangga merasa selalu perlu mengikuti kompetisi lagi dan lagi. Menurutnya, jika ia tidak mengikuti perlombaan, ia tidak bisa mengasah kemampuan dirinya.
Ibarat dirinya sebuah pisau yang bisa selalu tajam karena terus dipakai dan diasah. “Kita enggak tau  bagaimana potensi kita jika kita tidak mengujinya,” ujar Rangga.
Rangga aktif di banyak organisasi sehingga terkadang ia merasa kesulitan untuk membagi waktunya. Namun, ia tetap mengutamakan kuliah dan ibadah. Untuk organisasi dan kegiatan lainnya, ia berusaha membagi waktu dan membuat skala prioritas. “Sibuknya itu sampai setiap hari lari-lari gitu, ngejar rapat organisasi, pelatihan untuk nasional, kuliah dan ngerjain tugas. Tapi dari semuanya Rangga berusaha untuk tetap menjaga ibadah agar tidak tertinggal,” cerita Rangga sambil tertawa kecil.
Terakhir Rangga katakan semua prestasi yang didapatnya tidak lepas dari doa orang tua, maka dari itu jika ingin melakukan sesuatu ada baiknya meminta restu dan doa dari orang tua, karena hal tersebut otomatis akan menjadi kekuatan diri kita.

Jumat, 04 Mei 2018

Gadis bernama Dih

Tentang seorang gadis. Aku sudah lama ingin mengisahkannya.
Namanya Dyah. Apa ya kepanjangannya. Duh. Owalah Nahh nahh. Baiklah. Aku akan liat instagramnya ntar.
Aku baru tau bahwa ia biasa dipanggil Dih oleh temen temennya.
Aku suka mendengarnya, maka akupun lebih suka memanggilnya Kak Dih.
Hehee.

Malam itu aku berusaha menepati janji untuk silaturahim ke Kost nya. Hujan. Yap. Aku sudah biasa. Jadi menikmati saja hujan itu. Lama lama juga kering sendiri. Yng pnting aku dpt menemuinya.

Sebenernya kan aku ke kost nya mau belajar Toefl. Gegara kemarin ketinggalan akunya kan. Seingat pikiran ini aku gak pernah dpt pelajaran Toefl dari kak Dih. Rugiii bangeeeeettt kannn.
Sekaligus mau dngerin kisah Kak Dih juga. Dan sepertinya beberapa org kalau liat wajahku inget nikah... Ku jadiii hemmm .-.
Alhamdulillah. Setidaknya masih bisa jadi tong sampah utk unek unek orang lain seputar perasaannya, atau keinginan pernikahannya atau bisa berbagi tips and trick. Wkwwk. Macem dah berpengalaman aku bah.

Dari Kak Dih aku tau Bahasa Cinta. Eakk.
Yaps begitu emg terkadang introvert, mreka suka mendalami diri mreka sndiri. Mencari tau bagaimanna diri mereka, kemudian baru memahami orang lain. MasyaAllaah.

Dari Ka Dih aku tau betapa ia punya hati yng sengaja Allah kuatkan. Memang sengaja Allah membentuknya untuk kuat hati nya. Sebab Allah yng paling tau gimana Kak Dih kann.

(Bersambung...)

Ntar sambung lagi yaa, ku mau baca buku. Hihii

Prasangka baik aja (1)

Hemmm. Sebenarnya ini mengganggu pikiranku.
Aku bingung kenapa Bng Fiqhi menjauh. Tidak se care dulu.
Biasa dia paling semangat. Paling bersahaja. Aku tidak tau kenapa. Apakah aku memiliki kesalahan padanya...?
Hemm entahlah. Keep husnudzon aja.
Aku jadi segan banget mau nge chat minta tolong, kayak detik ini, ku mau chat Bng Fiqhi dan tanya apakah dia ada Murattal Mishary Rasyid juz 30 yng full...? Biasanya kan dia ada. Hemm.
Tapi jangan. Mungkin saja dia sedang tidak ingin diganggu.
Semoga saudara saudara ku semuanya baik baik aja. Allahummaa aaamiiin.

Jumat, 27 April 2018

Bersyukur aja...

Alhamdulillahirabbil alamiiin.

Memang Allaah Maha Tau.
Ku belum siap tugas. Zanyoul juga belum gegara sedang sosialisasi dan belum kelar, eh Dosen gak datang. Mhihiii.
Segala puji bagi Allaah Tuhan Semesta Alam.

Jumat, Jurnalistik, 27 April 2018