Ya Allaah. Aku baru selesai jemurin Pakaiaannnn. Hilang lahh harum Downy nyaaaa. Udahlah bela belain minjem Downy ke Kak Riska tadi. :((
Maaf ya hujann ku jadi agak sedih dengan kedatanganmu.
Humm
Yaudah deh. Semoga harum Downy nya diganti dengan harum berkah hujan.
Eh btw Hujan dari Syurga kan ya...? 😊
Indonesia Raya "Pantun"
Jualan pakaian belum juga laku
Eh si Nomnom gomes jogetnya salah
Heemm betapah sedih nya diriku
Catatan pantun ketinggalan di sekolah
WELCOME TO OUR JUNGLE
Eh si Nomnom gomes jogetnya salah
Heemm betapah sedih nya diriku
Catatan pantun ketinggalan di sekolah
Kenapa Hannah Hutan?
Karna Hutan tempat yang tenang
Untuk Muhasabah
Memperbaiki sel syaraf yang sudah berantakan barangkali
WELCOME TO OUR JUNGLE
Kamis, 28 Juni 2018
Owalah
Rabu, 27 Juni 2018
Hannah ingin Keliling Tanah Batak
Hemm. Tadi siang agak sorean gitu, aku mau nge snapgram ini, tapiii sebelum aku post aku dapat komentar dari dek Bahri atas postingan sebelumnya
Yaudah deh. Aku bersyukur diingatkan dia perihal ini.
Padahal yaa maksudku mau nge post yakan sekalian pake hastag #besokjangangolput #hannahsosialita.
Tapi aku bersyukur ada yang mengingatkan. Sometimes kalimat yang gak berguna gitu yang ku post yakan. Jadi yaudah bersembunyi lah di blog ini yaa Nahh.
Aku inginn banget tinggal di Tanah Batak setahun ajaa minimal. Caranya sebulan di Panyabungan misalnya, sebulan lagi ke Mandailing Natal, sebulan lagi ke Samosir, sebulan lagi di Tiga Ras, gituu ya Allaah. Pengeennnn banget. Sebelum jelajah Indonesia dan Dunia, harus jelajahi Tanah Sumatera Utara!
SEMANGAT DEAR. ^^
Yaudah deh. Aku bersyukur diingatkan dia perihal ini.
Padahal yaa maksudku mau nge post yakan sekalian pake hastag #besokjangangolput #hannahsosialita.
Tapi aku bersyukur ada yang mengingatkan. Sometimes kalimat yang gak berguna gitu yang ku post yakan. Jadi yaudah bersembunyi lah di blog ini yaa Nahh.
Aku inginn banget tinggal di Tanah Batak setahun ajaa minimal. Caranya sebulan di Panyabungan misalnya, sebulan lagi ke Mandailing Natal, sebulan lagi ke Samosir, sebulan lagi di Tiga Ras, gituu ya Allaah. Pengeennnn banget. Sebelum jelajah Indonesia dan Dunia, harus jelajahi Tanah Sumatera Utara!
SEMANGAT DEAR. ^^
Senin, 25 Juni 2018
Kuat+Lembut
Aku lembut? Lembut banget? Hahaa. Wallahu'alam. Tapi aku sadari ternyata aku baperan ya, lebih sadarnya lagi itu saat dari proses pertemanan ku dengan Rini dan Yuliza, dulu kami menamai diri kami HanYuRii. Eh bukan kami sii, tepatnya aku yang menamai kami bertiga. Ckckck.
Ternyata Rini adalah seorang Introvert tulen yaaaaaaaaanggggg pualingggggg buaperrrr. Jadi dia suka baca buku tentang Kepribadian gitu kan, dan dia cari tau aku gimana dari buku buku yang dia baca dan dari berbagai pertemuan yang kami jalani. Bahkan sangking bapernya kami berdua yang pualinggg saling "gak suka" dan debar kalau ketemuan itu ya kami berdua, aku dan Rini. Hahaa. Ya Allaah. Sementara Yuliza adalah penengah bagi kami. Ahh syukurlah. Dari situ aku baru sadar kalau dalam hal friendship aku baper. ckck. Tapi syukurnya kalau berkaitan dengan Lakilaki tidak sii. Semacam udah ada blok dalam pikiran bahwa Lakilaki itu sebelum jadi suami kita bullshit, so ya biasa aja, gak debar atau gimana-gimana, ehee, Alhamdulillah.
Ternyata Rini adalah seorang Introvert tulen yaaaaaaaaanggggg pualingggggg buaperrrr. Jadi dia suka baca buku tentang Kepribadian gitu kan, dan dia cari tau aku gimana dari buku buku yang dia baca dan dari berbagai pertemuan yang kami jalani. Bahkan sangking bapernya kami berdua yang pualinggg saling "gak suka" dan debar kalau ketemuan itu ya kami berdua, aku dan Rini. Hahaa. Ya Allaah. Sementara Yuliza adalah penengah bagi kami. Ahh syukurlah. Dari situ aku baru sadar kalau dalam hal friendship aku baper. ckck. Tapi syukurnya kalau berkaitan dengan Lakilaki tidak sii. Semacam udah ada blok dalam pikiran bahwa Lakilaki itu sebelum jadi suami kita bullshit, so ya biasa aja, gak debar atau gimana-gimana, ehee, Alhamdulillah.
Dan yang paling gak enaknya dari kebaperan aku itu adalah yang tidak lama ini terjadi, aku marah-marah di grup LombaPanen. Udahlah isi grupnya cuma kami bertiga(Bng Jabbar, Habibie dan aku) ehh gegara bercanda sebenarnya, tapii aku kebawa perasaan, huhuuu. Kan aku tanyain kabar Hary ke mereka, ehh ujung ujungnya Bng Jabbar bilang "yaudah aman itu, yaa kalau Hannah ada niat lain ke Hary mungkin beda lah yakan" Begitulah seingatku kalimat Bng Jabbar waktu itu, Bng Jabbar itu sambil senyum senyum loo padahal, terus kenapa aku marah-marahhh di grup. Astaghfirullahhaladzim. Kemudian kerjasama untuk membangun Sumatera Utara Mandiri with Bng Jabbar punn jadi terhambat, bahkan terhenti, arghhh seriuss, huhuuuu, 😢 aku maluuuuuuuuuuuuuu banget sama Bng Jabbar, sampe sekarang merasa bersalah, sampe tebawa mimpi dimarah marahin Bng Jabbar, terus aku juga takuttt nge chat Bng Jabbar. Astaghfirullahh. Aku juga takut nanyakin kabar LombaPanen sama mereka berdua. Aiihh. Gawat kali bah baper ini. Kadang kumat memang gilaku, nanti tetiba aku tanya di Grup Kammi Sekawasan, ehh ujung ujung nya begadoh sama ikhwan, trus reda, ya Allaah. Astaghfirullahhaldzim. Kadang aku takut diriku kenapa, gak bipolar kan ya. Astagfirullah. Enggak lah. Jangan. Kalau begini ceritanya yaaa Lakilaki pada illfeel dong samaku. Owalahh. Yaudah deh ya. Semoga Suami ku kelak gak illfeel Istrinya kayakbegini. Fufufuu
Dan Alhamdulillah tadi(hari ini) Habibie nanyakin LombaPanen itu. Semacam ada kesempatan untuk kembali berkontribusi disana. Ya Allaah. Hannah benerbener minta maaf pada kedua orang itu. Bng Jabbar dan Habibie. Kayaknya mereka shock banget, illfeel juga, ketika beberapa menit kemudian selesai meeting, aku marah marah di grup. Astaghfirullahhaladzim.
Kalau tementemen sampai syurga ada yang kenal Bng Jabbar dan Habibie tolong sampein permohonan maaf ku ke mereka ya. :(((
Wahai Bng Jabbar dan Habibie, Hannah minta maaf yaa. Minta maaf lahir bathin. Hannah memang banyak khilafnya. :((. Maaf yaa.
Perihal obrolan whatsapp itu adalah obrolan ku dengan junior di Organisasi, Bahri namanya, dia angkatan 2016 di Fakultas Pertanian.
Tetiba dek Bahri nge chat aku dengan kalimat itu, "ku kasih yang sebenarnya ya kak biar kakak ngerti ..."
Padahal ku fikir obrolan kami sudah selesai perihal aku yang "left grup" 😓. owalahh left grup manehh left grup manehh (#tepokjidat)
Tapiii hanya grup grup tertentu aja looh aku pernah left grup. Kayak grup mentoring(Nadhirah), kemudian grup liqo(Mujahidah), kemudian grup Bismillah itu. Ketahuilah apabila aku left grup begitu artinya aku sudah sayanggg, jadi aku gak mau sayangnya kebanyakan dan merasa memiliki mereka, karna kalau udah seperti itu, aku khawatir kehilangan mereka, aku jadi bawel, trus ngejagain mereka mereka yang di grup itu. Hadeuuhh ku tak ingin sampai seperti itu lagi. Karna itu akan melelahkan hatiku. Jadi ku ingin kembali biasa aja, gak usah pake sayang, biasa aja dah. Karna ku mikir mereka Saudara Saudari ku, dalam otakku nancep banget kalimat "saudaramu amanahmu" jadiii yaudah lah aku akan sayang kayak gimana kalau aku gak segera left grup. Aku akan makin rewel kayak nenek lampirr, dan aku akan berharap mereka membersamaiku, ohh Tuhann. Astaghfirullahhaladzim. Finally left grup lah aku.
Dan setelah left grup, kondisi ku lebih baik, bisa lebih fokus ke diri sendiri, dan orang-orang yang memang harus ku sayangi.
Hari ini aku jumpa Rini di Kampus. Alhamdulillah. Terus aku tunjukin isi pesan Bahri ke dia, ehh dia malah bilang "lohh dia ini siapa? Kok bener dia ini. Wihh hebat."
Me : Iyayakan Riniii, dia kok bisa tau gini. Dia itu adek Junior Hannah di Inkubs. Angkatan 2016."
Rini "wahh bener ini dia Naaa, kamu jangan terlalu mudah baper, hihii"
Rini putri Sunda, jadi dia lembuttt gitu, manggilnya pun pake 'kamu', kalau aku dan Yuliza ya kau kau, hahaa. Astaghfirullah.
Mencoba untuk terus saling memahami :)
Kemudian setelah kebingungan atas diriku muncul lagi, aku bertanya tanya sama Rini, kenapa dengan Nana, gimana ya diri Na ini, dan Rini bilang "yaudah gapapa, nanti juga baikan lagi, gabung lagi di grup itu, memang Nana kan begitu, kita memang gak akan selesai dengan diri sendiri Naa, Rini tau Nana selalu terus berusaha memperbaiki diri, jadi kalau left grup itu membuat diri Nana lebih baik, yaudah gapapa. Udah jangan baper kan, yang penting kita kan berusaha memperbaiki diri."
MasyaAllaah, ngadem deh jadinya dapet nasehat begitu dari Saudariku. Rini si introvert tulen. Hihiii.
Perihal aku yang lembut hingga baperan, semoga aku bisa lebih baper karna Allah, bukan karna Manusia. Semoga diri ini tidak baper lagi dengan perkara-perkara yang bukan karna Allah. Mindset ku tentang Cinta harus benar benar total karna Allah. Karna Allah aku ingin memperbaiki diri dan meninggalkan grup, karna Allah aku membencimu, karna Allah aku mencintaimu. Semoga Allah memberikan kekuatanNYA pada kelembutanku. Semoga aku bisa lebih baper karna Allah. ✊
Hemm, kita memang tidak akan pernah selesai menyelami diri ini. Maka sebaiknya belajar menerima diri sendiri dengan kesederhanaan dan hati yang lapang, kemudian kamu akan mudah menerima orang lain dalam hidupmu. Ketika kamu mampu menerima dirimu, selanjutnya kamu harus belajar melepaskan keburukan-keburukan dari dirimu, dan kamu juga akan mampu melepaskan orang orang yang menyakitimu.
Semangat menata hati dear, teman teman sampai syurga. ^^
Minggu, 24 Juni 2018
Ke Rumah?
Satu persatu teman teman aku izinkan untuk berkunjung ke rumah. Bagiku sulit rasanya membuka hati kembali setelah Nadhirah dan kepedihan yang datang bertubi setelahnya berkaitan dengan "teman".
Bahkan kemarin ada yang mau jengukin Ayahku, tidak ku izinkan, biarlah kami saja yang menanggung segala pedih dan uji hidup ini. Berlebihan ya? Enggak lah yaa. Begitulah adanya. Karna kata Mamake orang lain tidak berhak atas sedih yang kita alami, tapi orang lain punya hak atas kebahagiaan kita. So, Mamake bilang "tegakkan kepala, luaskan hati, senyum sama semua orang" huh haaaa. :)))
Hemm aku tau begini karna Pengalaman Hidup yang sudah terjalani. Rasanya takut percaya kembali sama Orang lain, yaudah lah biarin sendiri.
Sulit bagiku untuk menambah list "teman" tidak semudah dulu. Apa yang Allah ujikan pada Keluarga membuat kami harus menutup diri. Berapa banyak orang orang yang hadir dalam Keluarga kemudian MENIPU, bahkan TEGA MEMBUAT KEUANGAN KELUARGA HANCUR, 500 AN JUTA MELAYANG DENGAN MUDAHNYA. ASTAGHFIRULLAHHALADZIM. TEGA.
Padahal Orangtuaku sudah menganggapnya anak, tapi ternyata Harta membutakan segalanya, habis rumah, tanah tergadai sampai terjual. Dan itu semua Orangtua ku lakukan UNTUK ORANG LAIN. Lantas sekarang kau menyuruhku hidup menurut apa kata orang? Ahh tidak. Aku tidak ingin seperti Orangtuaku. Aku tidak ingin MENDZOLIMI DIRI SENDIRI seperti yang orangtua kami lakukan. Bahkan dulu aku ingin Laptop saja orangtua ku lebih memilih orang lain yang mereka anggap lebih butuh. yaaa Allaah. Astagghfirullahhaldzim. Jadi, tanpa kau menyuruhku untuk MEMENTINGKAN ORANG LAIN, Keluarga ku sudah lebih dulu melakukannya. Sejak dulu. Sejak aku kecil. Sejak aku mulai bisa mengingat di usia 4 tahun, aku sudah melihat hidup ini mengerikan sekali.
Jadi aku minta maaf kalau sedikit sedikit aku menganggap orang lain jahat, atau sedikit sedikit aku benci dengan orang lain, actually itu bukan benci sesungguhnya, pakai istighfar insyaAllaah hilanglah sudah, jadi jangan khawatir, aku tidak benar benar benci dengan orang lain, bener kata Bahri, kadangkala aku menutupi rasa sayang, jadi harus pura pura benci. :)
Karna aku tidak ingin tertipu dengan rasa itu.
Sejak segalanya habis itu aku berusaha untuk pelan-pelan menutup diri, bukan untuk orang lain, tapi untuk diriku sendiri. Orang lain boleh saja bercerita berbagi kisah denganku, dengan senang hati :), aku akan merahasiakan hal itu sebaik baiknya. Tapi tidak denganku, aku tidak boleh banyak cerita ke orang lain, biar saja mereka membacanya dengan Ketulusan.
Sebab itulah aku menulis, karna bagiku menulis itu meringankan beban banget. Tulisan ini pun aku yakin hanya orang-orang yang mencintaiku saja yang mampu membacanya dengan Cinta dan Ketulusan sampai Allah sendiri yang menutup Kisah-Kisah ini.
Maka jika aku harus terussss mengikuti apa kata orang, bagaimana hidupku? Apakah aku tidak berhak atas hidupku? Apakah aku harus terusss mengikuti keinginan orang lain atas diriku? Apakah aku tidak bisa mengarungi hidup ini bersama diriku? Apakah aku harus menjadi orang lain?
Awalnya aku tidak mengizinkan mereka hadir, namun...
Bahkan kemarin ada yang mau jengukin Ayahku, tidak ku izinkan, biarlah kami saja yang menanggung segala pedih dan uji hidup ini. Berlebihan ya? Enggak lah yaa. Begitulah adanya. Karna kata Mamake orang lain tidak berhak atas sedih yang kita alami, tapi orang lain punya hak atas kebahagiaan kita. So, Mamake bilang "tegakkan kepala, luaskan hati, senyum sama semua orang" huh haaaa. :)))
Hemm aku tau begini karna Pengalaman Hidup yang sudah terjalani. Rasanya takut percaya kembali sama Orang lain, yaudah lah biarin sendiri.
Sulit bagiku untuk menambah list "teman" tidak semudah dulu. Apa yang Allah ujikan pada Keluarga membuat kami harus menutup diri. Berapa banyak orang orang yang hadir dalam Keluarga kemudian MENIPU, bahkan TEGA MEMBUAT KEUANGAN KELUARGA HANCUR, 500 AN JUTA MELAYANG DENGAN MUDAHNYA. ASTAGHFIRULLAHHALADZIM. TEGA.
Padahal Orangtuaku sudah menganggapnya anak, tapi ternyata Harta membutakan segalanya, habis rumah, tanah tergadai sampai terjual. Dan itu semua Orangtua ku lakukan UNTUK ORANG LAIN. Lantas sekarang kau menyuruhku hidup menurut apa kata orang? Ahh tidak. Aku tidak ingin seperti Orangtuaku. Aku tidak ingin MENDZOLIMI DIRI SENDIRI seperti yang orangtua kami lakukan. Bahkan dulu aku ingin Laptop saja orangtua ku lebih memilih orang lain yang mereka anggap lebih butuh. yaaa Allaah. Astagghfirullahhaldzim. Jadi, tanpa kau menyuruhku untuk MEMENTINGKAN ORANG LAIN, Keluarga ku sudah lebih dulu melakukannya. Sejak dulu. Sejak aku kecil. Sejak aku mulai bisa mengingat di usia 4 tahun, aku sudah melihat hidup ini mengerikan sekali.
Jadi aku minta maaf kalau sedikit sedikit aku menganggap orang lain jahat, atau sedikit sedikit aku benci dengan orang lain, actually itu bukan benci sesungguhnya, pakai istighfar insyaAllaah hilanglah sudah, jadi jangan khawatir, aku tidak benar benar benci dengan orang lain, bener kata Bahri, kadangkala aku menutupi rasa sayang, jadi harus pura pura benci. :)
Karna aku tidak ingin tertipu dengan rasa itu.
Sejak segalanya habis itu aku berusaha untuk pelan-pelan menutup diri, bukan untuk orang lain, tapi untuk diriku sendiri. Orang lain boleh saja bercerita berbagi kisah denganku, dengan senang hati :), aku akan merahasiakan hal itu sebaik baiknya. Tapi tidak denganku, aku tidak boleh banyak cerita ke orang lain, biar saja mereka membacanya dengan Ketulusan.
Sebab itulah aku menulis, karna bagiku menulis itu meringankan beban banget. Tulisan ini pun aku yakin hanya orang-orang yang mencintaiku saja yang mampu membacanya dengan Cinta dan Ketulusan sampai Allah sendiri yang menutup Kisah-Kisah ini.
Maka jika aku harus terussss mengikuti apa kata orang, bagaimana hidupku? Apakah aku tidak berhak atas hidupku? Apakah aku harus terusss mengikuti keinginan orang lain atas diriku? Apakah aku tidak bisa mengarungi hidup ini bersama diriku? Apakah aku harus menjadi orang lain?
Awalnya aku tidak mengizinkan mereka hadir, namun...
Bersambung...
Tentang Rasa (1)
Tulisan ini aku buat dalam Judul yang berbeda. Sebenarnya teringat lagi pikiran ini ketika cerita sama Bilolet siang tadi. Tapi tidak kugabungkan karna menurutku ini hasil Penelitian. Mhihiii.
Perasaan...
Aku belum pernah baca buku teori Perasaan. Dari hasil pengamatan, kutemukan bahwa ternyata Perasaan itu adalah Magnet yang saling tarik menarik. Udah pernah dengar kah sebelumnya? Aku baru menyadarinya setelah setahun yang lalu pergi sama Pubel dan Khairuzzafira ke Toba. Hihii. Ku jadi malu...
Oke perihal itu aku ceritakan belakangan ya.
Nah soal Perasaan dengan lawan jenis, aku mendapati kalau ketika misalnya seorang Lakilaki menyukai seorang Perempuan, maka cepat atau lambat Perempuan itu juga suka. Apakah nantinya mereka suka secara bersamaan, atau dibelakang hari baru Perempuan itu menjadi suka, namun mereka akan saling menyukai jadinya.
Begitu pula ketika Perempuan yang terlebih dahulu suka sama si Lakilaki. Maka saat Lakilaki tidak bisa membendung rasa suka dari Perempuan itu, akan berakhir pada keduanya saling suka.
Yap. Tarik Menarik.
Jadi aku pernah lakukan percobaan ini pada diriku sendiri, kisahnya waktu pulang dari Lumban Suhi Suhi, aku, Pubell dan dek Fira pulang naik Trans Samosir itu, duhhh lupa aku namanya, Astaghfirullah. Kemudian aku liatin ajaaa Abng drivernya, wkwk, pas pulak Abng drivernya ganteng loo. hahaa. Astaghfirullahhaladzim.
Jadi kuliatin, ntar dia turun membereskan barang barang Penumpang yang diletak di atas Mobil itu kuliatin lagi, ohh aku ingat nama transportasinya Sampri(Samosir Pribumi) mhihii.
Beberapa kali kuliatin dan muncul suka, hahaa. Suka kan biasa ya.
Nahh tepat banget, kami Penumpang terakhir, Pubell tepatnya yang akan jadi Penumpang terakhir. Waktu dek Fira dan aku turun ehh Abng drivernya bilang "aku suka lah liat adek ini, manis kali dia, (astaghfirullah mau muntah aku dibilang kayak gitu), bagi dulu nomor henpon mu dek. Bagi dulu"
Oke aku kasih nomorku yang sebenarnya, trus Fira heran, kenapa aku kasih nomor henponku, emang aku gak takut gitu yakan, padahal aku sedang melakukan pengamatan dan teori yang sedang aku pikirkan tentang Perasaan itu. Hahaa.
Aku tau dia tampak bertanya tanya, sambil senyum senyum aku bilang ke Fira "Tenang aja dek. Bentar lagi juga dia gak suka. Dia gak akan berani telfon Kakak."
Oke. Besoknya dia sms aku ternyata, tapi karna aku gak ada pulsa dan aku sudah menghilangkan rasa suka itu, yaaa seterusnya jadi biasa saja. Kalau aku pribadi, perihal perasaan "suka" itu biasa sii yakan, jadi bisa kita atur gimana kadarnya. Memang sii kita harus keras sama diri kita sendiri kadang. Dan menurutku gak ada perasaan yang muncul tibatiba, semuanya ada proses, seperti pepatah Jawa "witing tresno jalaran soko kulino" . Yaps, jadi harus hati hati kita yakan kalau chat atau ngobrol sama lawan jenis, jangan munculin rasa suka itu, kalau sudah muncul karna sering ngobrol, mulai direnggangin dan dinetralisir lagi perasaanya, atur kembali menjadi biasa aja ya. Bisa kita ya. Sippokeh ^^
Karna perasaan itu ibarat Magnet yang tarik menarik. Ketika ia menarik maka bisa jadi kita akan tertarik, dan akan tertarik memang. Tapiii kembalikan lagi ke Allaah. Dialah PEMILIK HATI. Dia sebaik baik tempat untuk Mengembalikan Semua Hati agar tidak berujung pada Zinah dan murka Ilahi.
Karna jodoh sejati itu datang selepas Ijab Qabul sebagai janji suci pada Ilahi.
Xixiii malu gue.
Eh ya yang jodoh sejati selepas ijab qabul itu aku terilhami dari instastory siapa yaa, lupaaa. Nabilah gitu kayaknya. Ckck -_-
10 Syawal 1439 H
Hari ini ada banyak tulisan yang ku post, karna kemarin, hari sabtu itu aku gak sempat nge blog. Hehee
Perasaan...
Aku belum pernah baca buku teori Perasaan. Dari hasil pengamatan, kutemukan bahwa ternyata Perasaan itu adalah Magnet yang saling tarik menarik. Udah pernah dengar kah sebelumnya? Aku baru menyadarinya setelah setahun yang lalu pergi sama Pubel dan Khairuzzafira ke Toba. Hihii. Ku jadi malu...
Oke perihal itu aku ceritakan belakangan ya.
Nah soal Perasaan dengan lawan jenis, aku mendapati kalau ketika misalnya seorang Lakilaki menyukai seorang Perempuan, maka cepat atau lambat Perempuan itu juga suka. Apakah nantinya mereka suka secara bersamaan, atau dibelakang hari baru Perempuan itu menjadi suka, namun mereka akan saling menyukai jadinya.
Begitu pula ketika Perempuan yang terlebih dahulu suka sama si Lakilaki. Maka saat Lakilaki tidak bisa membendung rasa suka dari Perempuan itu, akan berakhir pada keduanya saling suka.
Yap. Tarik Menarik.
Jadi aku pernah lakukan percobaan ini pada diriku sendiri, kisahnya waktu pulang dari Lumban Suhi Suhi, aku, Pubell dan dek Fira pulang naik Trans Samosir itu, duhhh lupa aku namanya, Astaghfirullah. Kemudian aku liatin ajaaa Abng drivernya, wkwk, pas pulak Abng drivernya ganteng loo. hahaa. Astaghfirullahhaladzim.
Jadi kuliatin, ntar dia turun membereskan barang barang Penumpang yang diletak di atas Mobil itu kuliatin lagi, ohh aku ingat nama transportasinya Sampri(Samosir Pribumi) mhihii.
Beberapa kali kuliatin dan muncul suka, hahaa. Suka kan biasa ya.
Nahh tepat banget, kami Penumpang terakhir, Pubell tepatnya yang akan jadi Penumpang terakhir. Waktu dek Fira dan aku turun ehh Abng drivernya bilang "aku suka lah liat adek ini, manis kali dia, (astaghfirullah mau muntah aku dibilang kayak gitu), bagi dulu nomor henpon mu dek. Bagi dulu"
Oke aku kasih nomorku yang sebenarnya, trus Fira heran, kenapa aku kasih nomor henponku, emang aku gak takut gitu yakan, padahal aku sedang melakukan pengamatan dan teori yang sedang aku pikirkan tentang Perasaan itu. Hahaa.
Aku tau dia tampak bertanya tanya, sambil senyum senyum aku bilang ke Fira "Tenang aja dek. Bentar lagi juga dia gak suka. Dia gak akan berani telfon Kakak."
Oke. Besoknya dia sms aku ternyata, tapi karna aku gak ada pulsa dan aku sudah menghilangkan rasa suka itu, yaaa seterusnya jadi biasa saja. Kalau aku pribadi, perihal perasaan "suka" itu biasa sii yakan, jadi bisa kita atur gimana kadarnya. Memang sii kita harus keras sama diri kita sendiri kadang. Dan menurutku gak ada perasaan yang muncul tibatiba, semuanya ada proses, seperti pepatah Jawa "witing tresno jalaran soko kulino" . Yaps, jadi harus hati hati kita yakan kalau chat atau ngobrol sama lawan jenis, jangan munculin rasa suka itu, kalau sudah muncul karna sering ngobrol, mulai direnggangin dan dinetralisir lagi perasaanya, atur kembali menjadi biasa aja ya. Bisa kita ya. Sippokeh ^^
Karna perasaan itu ibarat Magnet yang tarik menarik. Ketika ia menarik maka bisa jadi kita akan tertarik, dan akan tertarik memang. Tapiii kembalikan lagi ke Allaah. Dialah PEMILIK HATI. Dia sebaik baik tempat untuk Mengembalikan Semua Hati agar tidak berujung pada Zinah dan murka Ilahi.
Karna jodoh sejati itu datang selepas Ijab Qabul sebagai janji suci pada Ilahi.
Xixiii malu gue.
Eh ya yang jodoh sejati selepas ijab qabul itu aku terilhami dari instastory siapa yaa, lupaaa. Nabilah gitu kayaknya. Ckck -_-
10 Syawal 1439 H
Hari ini ada banyak tulisan yang ku post, karna kemarin, hari sabtu itu aku gak sempat nge blog. Hehee
Kakak gak pernah Cinta ya...?
Ngobrol pagi menuju siang hari ini. Selepas teman-teman squad Walimahan Bng Ulli Kak Rusma kembali ke kediaman masing masing.
Bilolet dan Nanot
Bilolet : Nanot ini kok gak pernah ini, apa tuh, Cinta gitu not.
Nanot : Hahahahaaa(really im ngakak) Loh, kenapa kok tanya gitu Dek?
Bilolet : Palingan waktu SMA lah. Ridho. Itulah tebakan kami berdua. Sama dulu waktu SMP ko suka sama yng orang Batak itu kan Not, Andre Andre itu kan. Ehh dia suka samamu. ->kami disini adalah dirinya dan Abangnya(adekku yang lakilaki, Hadi namanya)
Nanot : hahaaa tau darimana kalian kak suka sama dia, dia yang pernah suka sama kak.
Bilolet : hehee iya gak tau kami. Nebak aja.
Nanot : bukan dek, kak sampek sekarang biasa aja liat lakilaki. Gak ada yng kayak dibilang wankawan kakak, bergetar lah hati, serasa dunia milik berdua, blablabla gitu, Alhamdulillah gak pernah dek. Jadi biasa aja.
Bilolet : Itulah Nottt, makanya adek tanya.
(Percakapan ini disingkat yaa, karna obrolan kami ada gangguan disana sini, hahaa, Hadi(adik lakilaki ku) ngeganggu dengan ngeledekin, ngebuat tingkah yng lucu, jadii puanjuang percakapan kami pagi menuju siang itu, hihiii. Sambung ke kalimat ku yang ini,
"Kakak belum pernah tau cinta ke lawan jenis itu gimana dek. Yang penting sekarang ini kak fokusin ke diri kak, dan keluarga kak, termasuk lah kalian. Jadi gausah tanya kak kapan nikah, insyaAllaah kak menikah, tapiii setelah semuanya beres, kak gak mau menikah karna dikejar kejar usia, gini dek, kalaupun kak menikah di usia yang tidak 23 an, sperti diatas 23 an gitukan, kemudian anak kak saat kelas 6 SD usia kak sudah 35 tahun, namun kita gak tau, bisa jadi anak kakak lebih matang daripada anak temanteman kak yng diusia 35 tahun anak mereka ada yng sudh SMA, bisa jadi anak kak yng masih kelas 6 SD sudah dpt menjadi Direktur, bahkan bahasannya sejak kecil adalah Negara, Politik, Pemerintahan< Perekonimian dan bahkan sudah siap Nikah kapanpun Allah datangkan Jodohnya.
Jadi dekk, kak menikah itu untuk Membangun Generasi, bukan karna dorongan usia yng sudah akan 21 atau 22 atau bahkan 23, bukan karna itu. Tapi menikah karna Allah. Apalagi menikah karna suka dengan orang tersebut. Bukan itu, tapi ya menikah karna Allah.
Bilolet : Ini giliran dia cerita perihal kawankwan ku yang Perempuan bahasannya nikaahh aja. Dekbill bilang "Kenapa ya Kak, Perempuan jaman sekarang ini nikaahh aja yang dibahas, apalagi kawankwan kakak yang kuliah itu kan nikahh aja, kepengen nikahh gitu orang itu kak."
Nanot : Iya dek, memang sudah saatnya mereka membahas itu, memang sudah waktunya mereka sperti itu dek, nahh makanya kita juga harus pahami orang lain, dari segi usia kawan kita itu misalnya, karna tiap usia itu kebutuhannya kan beda. Kayak dekbill sekarang ini sedang heboh suka sukaan gtu sama lawan jenis kan, nahh begitu lah, tahapan usia kak dan kawankawan kak sekarang ini udah lebih serius daripada sekedar suka kayak kalian dek.
Bilolet : Ohh iyaiya kak. Itulah makanya adek tanya kau kak. Adek heran, kawankawan mu sibuk bahas nikah, tapi kau santaiii aja, kalau ditanya nikah, jawabanmu wallahu'alam, gituu aja. Sampek Mamak takut kau gak mau nikah kan kak.
Me : hahhaahahahahhahahahaaaa. Jangan khawatir, kak akan menikah kok. InsyaAllaah.
Terus Bilolet disuruh Mamake ngambil sesuatu, kemudian aku bilang ke dia "satu hal yang harus kau ingat dekk, jangan mudah nyinyir dalam kehidupan orang lain, pahami dulu gimana alurnya, kasih support aja ke dia supaya kuat langkah nya untuk hijrah misalnya, atau melakukan kebaikan kebaikan lainnya, support aja, gausah kita nyinyirin atau judge, karna kita gak menyelami dan gak ada dalam hidupnya kan.
-> Nahh nasihat ini aku ilhami dari instastory nya Masgun.
NB : Biasalah Kakak-Adik di Medan punya ciri khas nya sendiri dalam merekatkan hati, ada yang pake kau kau, manggil nama, atau manggilnya pake nama kesayangan, jadi jan terkejut dengan bahasa yang kami gunakan ya. Hehee. Mana tau yang ngebaca blog ini ada yang tinggal di Bandung yakan dengan bahasanya yang kamu kamu gitu, shock pulak dia tau bahasa Medan gimana. :))
Jadi kan kenapa Bilolet tanya ini, karna hari itu temanteman Organisasi ku datang ke rumah, sebenarnya hanya silaturahim, namun karna kemalaman pulang Walimahan dari tempat Bng Ulli, ditambah lagi Sepeda motor bang Ridwan bocuor, jadi mungkin mereka terpaksa' bermalam di rumah, heheee. Ehh semoga gak ada keterpaksaan yaa. :))
Nahh ada 2 orang akhwat yng ikut bermalam di rumah, Alhamdulillah ada akhwat nya yaa. Umm Akhwat itu Perempuan ya gaes. Jadi seorang Perempuan inisial Ka W, ngebahas nikah saat sedang masak memasak pagi itu. Muncul lah pertanyaan Bilolet " jadi kak Nana kapan nikah?" Jawabanku, "iya entar, gatau juga kak kapan. Wallahu'alam lah dekk."
Kemudian Mamake nimbrung "yaaa Perempuan itu harus nikah yakan Kak, Sunnah kok. Mamaknya pun mau punya cucu."
Dalam hatiku "ya Allaah Mak eee, siapa yang gak mau nikah, Nana mau nikah, tapi malu lah dibilang terang terangan gitu. Diemdiem aja lah Mak ee. Ntar kalau Nana ngebahas nikah, dikirain gila nikah, hemm."
Dan kisah ini mungkin banyak dialami tementemen Syurga lainnya, namun ada yang dituliskan dengan kisah yang berbeda, ada pula yang tidak menuliskannya. Semoga tulisan tulisan ini dapat jadi Pelajaran buat kita ya Teman Sampai Syurga ^^
Bilolet dan Nanot
Bilolet : Nanot ini kok gak pernah ini, apa tuh, Cinta gitu not.
Nanot : Hahahahaaa(really im ngakak) Loh, kenapa kok tanya gitu Dek?
Bilolet : Palingan waktu SMA lah. Ridho. Itulah tebakan kami berdua. Sama dulu waktu SMP ko suka sama yng orang Batak itu kan Not, Andre Andre itu kan. Ehh dia suka samamu. ->kami disini adalah dirinya dan Abangnya(adekku yang lakilaki, Hadi namanya)
Nanot : hahaaa tau darimana kalian kak suka sama dia, dia yang pernah suka sama kak.
Bilolet : hehee iya gak tau kami. Nebak aja.
Nanot : bukan dek, kak sampek sekarang biasa aja liat lakilaki. Gak ada yng kayak dibilang wankawan kakak, bergetar lah hati, serasa dunia milik berdua, blablabla gitu, Alhamdulillah gak pernah dek. Jadi biasa aja.
Bilolet : Itulah Nottt, makanya adek tanya.
(Percakapan ini disingkat yaa, karna obrolan kami ada gangguan disana sini, hahaa, Hadi(adik lakilaki ku) ngeganggu dengan ngeledekin, ngebuat tingkah yng lucu, jadii puanjuang percakapan kami pagi menuju siang itu, hihiii. Sambung ke kalimat ku yang ini,
"Kakak belum pernah tau cinta ke lawan jenis itu gimana dek. Yang penting sekarang ini kak fokusin ke diri kak, dan keluarga kak, termasuk lah kalian. Jadi gausah tanya kak kapan nikah, insyaAllaah kak menikah, tapiii setelah semuanya beres, kak gak mau menikah karna dikejar kejar usia, gini dek, kalaupun kak menikah di usia yang tidak 23 an, sperti diatas 23 an gitukan, kemudian anak kak saat kelas 6 SD usia kak sudah 35 tahun, namun kita gak tau, bisa jadi anak kakak lebih matang daripada anak temanteman kak yng diusia 35 tahun anak mereka ada yng sudh SMA, bisa jadi anak kak yng masih kelas 6 SD sudah dpt menjadi Direktur, bahkan bahasannya sejak kecil adalah Negara, Politik, Pemerintahan< Perekonimian dan bahkan sudah siap Nikah kapanpun Allah datangkan Jodohnya.
Jadi dekk, kak menikah itu untuk Membangun Generasi, bukan karna dorongan usia yng sudah akan 21 atau 22 atau bahkan 23, bukan karna itu. Tapi menikah karna Allah. Apalagi menikah karna suka dengan orang tersebut. Bukan itu, tapi ya menikah karna Allah.
Bilolet : Ini giliran dia cerita perihal kawankwan ku yang Perempuan bahasannya nikaahh aja. Dekbill bilang "Kenapa ya Kak, Perempuan jaman sekarang ini nikaahh aja yang dibahas, apalagi kawankwan kakak yang kuliah itu kan nikahh aja, kepengen nikahh gitu orang itu kak."
Nanot : Iya dek, memang sudah saatnya mereka membahas itu, memang sudah waktunya mereka sperti itu dek, nahh makanya kita juga harus pahami orang lain, dari segi usia kawan kita itu misalnya, karna tiap usia itu kebutuhannya kan beda. Kayak dekbill sekarang ini sedang heboh suka sukaan gtu sama lawan jenis kan, nahh begitu lah, tahapan usia kak dan kawankawan kak sekarang ini udah lebih serius daripada sekedar suka kayak kalian dek.
Bilolet : Ohh iyaiya kak. Itulah makanya adek tanya kau kak. Adek heran, kawankawan mu sibuk bahas nikah, tapi kau santaiii aja, kalau ditanya nikah, jawabanmu wallahu'alam, gituu aja. Sampek Mamak takut kau gak mau nikah kan kak.
Me : hahhaahahahahhahahahaaaa. Jangan khawatir, kak akan menikah kok. InsyaAllaah.
Terus Bilolet disuruh Mamake ngambil sesuatu, kemudian aku bilang ke dia "satu hal yang harus kau ingat dekk, jangan mudah nyinyir dalam kehidupan orang lain, pahami dulu gimana alurnya, kasih support aja ke dia supaya kuat langkah nya untuk hijrah misalnya, atau melakukan kebaikan kebaikan lainnya, support aja, gausah kita nyinyirin atau judge, karna kita gak menyelami dan gak ada dalam hidupnya kan.
-> Nahh nasihat ini aku ilhami dari instastory nya Masgun.
NB : Biasalah Kakak-Adik di Medan punya ciri khas nya sendiri dalam merekatkan hati, ada yang pake kau kau, manggil nama, atau manggilnya pake nama kesayangan, jadi jan terkejut dengan bahasa yang kami gunakan ya. Hehee. Mana tau yang ngebaca blog ini ada yang tinggal di Bandung yakan dengan bahasanya yang kamu kamu gitu, shock pulak dia tau bahasa Medan gimana. :))
Jadi kan kenapa Bilolet tanya ini, karna hari itu temanteman Organisasi ku datang ke rumah, sebenarnya hanya silaturahim, namun karna kemalaman pulang Walimahan dari tempat Bng Ulli, ditambah lagi Sepeda motor bang Ridwan bocuor, jadi mungkin mereka terpaksa' bermalam di rumah, heheee. Ehh semoga gak ada keterpaksaan yaa. :))
Nahh ada 2 orang akhwat yng ikut bermalam di rumah, Alhamdulillah ada akhwat nya yaa. Umm Akhwat itu Perempuan ya gaes. Jadi seorang Perempuan inisial Ka W, ngebahas nikah saat sedang masak memasak pagi itu. Muncul lah pertanyaan Bilolet " jadi kak Nana kapan nikah?" Jawabanku, "iya entar, gatau juga kak kapan. Wallahu'alam lah dekk."
Kemudian Mamake nimbrung "yaaa Perempuan itu harus nikah yakan Kak, Sunnah kok. Mamaknya pun mau punya cucu."
Dalam hatiku "ya Allaah Mak eee, siapa yang gak mau nikah, Nana mau nikah, tapi malu lah dibilang terang terangan gitu. Diemdiem aja lah Mak ee. Ntar kalau Nana ngebahas nikah, dikirain gila nikah, hemm."
Dan kisah ini mungkin banyak dialami tementemen Syurga lainnya, namun ada yang dituliskan dengan kisah yang berbeda, ada pula yang tidak menuliskannya. Semoga tulisan tulisan ini dapat jadi Pelajaran buat kita ya Teman Sampai Syurga ^^
Actually Tulisan-Tulisan ini Reminder buat ku. Reminder banget.
Al Kisah hannahhutan.blogspot.com
Jadi blog ini pernah sebagai tempat bergalau ria, sengaja ada yang tidak ku hapus. Karna beberapa hal :
Untuk jadi reminder ku, untuk melihat perkembangan diriku sendiri, hehee.
Blog ini juga pernah jadi tempat nge share Tugas orang lain. Jadi ada yang minta tolong untuk nge share artikel atau karya ilmiah di blog, Alhamdulillah kita dapat tolongin dengan senang hati. Jadi begitu yaa. Rame deh disini, macem macem tulisan.
But overall, blog ini berisi tulisan ku.
Selamat menikmati.
Selamat UAS.
Selamat selamat yaaa Teman-Teman Sampai Syurga. :))
Langganan:
Postingan (Atom)



